Chapter Text
"Sudah aku bilang," ucap Gilyoung sembari mengusap air matanya, "pasti ayah akan pulang!" Wajahnya ia tenggelamkan ke pelukan yang baru terbangun dari mimpinya.
Yoosung, yang awalnya mencoba menahan tangis, pun tak bisa membendungnya lagi. Ia menghambur ke dalam pelukan sang ayah yang baru saja terbangun dari mimpinya.
Dengan lembut, yang baru terbangun mencoba untuk mengangkat tangan ya perlahan dan mengusap pelan rambut kedua anak di pelukannya.
Di pojok ruangan, dua orang dewasa berdiri memandangi keributan yang dibuat oleh kawan-kawan mereka. Sang wanita berdecak dan mengumpat, "Bajingan." Lontaran katanya tidak enak didengar, tetapi matanya yang memerah karena menahan tangis mengkhianati lagak kasarnya.
"Tidak perlu sok kuat, Han Sooyoung," sang pria yang berdiri di sebelahnya dengan tenang berucap.
Sooyoung mendengus kesal. "Kau juga. Tidak perlu sok kuat, Yoo Joonghyuk."
Kedua orang dewasa tersebut bercekcok, saling sahut-menyahut mengolok yang lainnya. Kemudian, mereka berhenti berbicara ketika sadar ruangan itu kembali sunyi seperti sebelum yang menempati terbangun.
"Kim Dokja," ucap mereka bersamaan.
Setelah ribuan hari mereka menyapa ruangan yang hanya diam tanpa memberi balasan, akhirnya yang disapa itu menyuarakan balasannya.
Kim Dokja tersenyum kecil dan menatap mereka. Dengan sulit ia membuka mulutnya dan berbicara dengan parau:
"Aku pulang."
